ENDING
Sore ini hujan cukup begitu deras, Ali yang sedang melamun sontak larut dalam derasnya hujan. tiba-tiba nenek mendekati Ali.
Ali, kenapa kamu melamun seperti itu apa yang dipikirkan nak.. "Tanya nenek"
Tidak apa-apa nek.. Saat ini ali sedang merenung saja..
Jangan terlalu banyak merenung hal yang tidak baik ya Ali, saran dari nenek terus semangat saja dan syukuri apa yang sudah terjadi dan jadilah diri sendiri yang lebih baik-baik lagi dari hal-hal berikutnya….
Baiklah nenek ku tersayang..
Ali pun langsung memeluk sang neneknya.
Karena seringkali Ali dalam lamunannya pikiran, serta hati bertentangan akan hal masa depannya nanti seperti apa.
Hari-hari pun berganti dari dulu sibuk pekerjaan membuat Ali kecapeaan, serta dibarengi dengan berkuliah bukan hal yang cukup mudah bagi Ali.
Ali yang harus sering kali membagikan waktu,detik demi detik demi, serta menit demi menit pun berjalan dengan sempurna akan tetapi badan Ali sangat terkuras habis sampai-sampai mengalami sakit.
Tetapi Ali tak menyerah begitu saja Ali terus menjalani pekerjaan dengan rasa sabar serta keikhlasan hati.
Setelah sebelumnya di nyatakan lulus , Ali yang lulus bersama pujaan hatinya bersama-sama hingga mendapatkan predikat cumlaude, hasil Ali berusaha dan bekerja keras serta di barengi dukungan keluarga dan kekasihnya, alhasil jerih payahnya selama ini tak sia-sia tidak juga menghianati hasil. Ali pun bersujud syukur atas apa yang selama ini ia perjuangan dan peroleh.
Keluarga Ali pun terharu bahagia dan ikut larut dalam suasana itu.
Setelah Ali melewati lika-liku perjalanan yang sangat panjang, dari hal nya permasalahan keluarga, pertemanan,serta pahitnya kehidupan pendewasaan ,hingga pekerjaan, membuat Ali terenyuh hingga tidak menyangka bisa sedetik ini dan sekuat ini, Ali terharu atas pencapaian yang ia dapatkan, dan Ali sangat pantas untuk mendapatkannya.
Dan hari pun telah berlalu burung-burung berkicau begitu kencang di pagi hari, dengan sinar yang memancar ke dalam jendela Ali, membuat Ali terbangun dengan silaunya mentari pagi.
Oaaammmmm…nyenyak sekali tidur hari ini, pikiran pagi ini sangat enteng sekali, tidak sama hal nya dengan yang lalu sangat berat dipikul di pagi hari. "Guraunya"
Karena,selama ini di pagi hari Ali sering kali keteteran dari pagi hari untuk bekerja serta tugas yang belum selesai hingga deadline yang padat membuat pikiran Ali kacau balau pada saat itu, tetapi dengan sudahnya lulus sarjananya Ali membuat pikiran Ali sedikit tidak begitu berat dipikul.
Pagi hari itu Ali mulai berangkat untuk bekerja,dengan wajah yang tersenyum lebar serta gembira di barengi dengan hal-hal positif yang terpenuhi.
Waduh ceria sekali pagi ini pak ada apa ni cerita dong…"sahut pegawai perusahaan dengan nada candaan"
Tak aneh lagi pegawai di sana sangat bersahabat dengan Ali di karenakan Ali sangat mudah bergaul kepada semua orang saat ini.
Iya dong pak.. Pagi hari harus di barengi dengan senyuman pak biar hal-hal baik berdatangan.. "Ucap Ali sambil bersenda gurau"
Dan saat itu lah Ali bercerita kepada rekan kerjanya bahwa kemarin ia sudah lulus perkuliahan
Dan rekan kerjanya pun antusias mendengarkan serta memberikan ucapan selamat kepada Ali.
Tanpa kata-kata rekan kerja Ali pun memberikan saran dan masukan agar dapat bekerja yang lebih dari perusahan itu.
Ali pun tersadar bahwa ia sudah lulus dan sudah mempunyai gelar maka bila mana jika Ali mencoba saja melamar ke instansi pemerintahan siapa tau pekerjaan yang diinginkan dulu terwujudkan dan terlaksana.
karena pada saat ini pun Ali sudah tidak banyak pembiayaan kuliah dan bertujuan untuk masa depannya niat baiknya melamar dan menikahi kekasihnya, dan pada saat itu pun Ali melamar pekerjaan itu.
Tanpa waktu yang lama 2 hari kemudian, pihak pemerintahan pun mengklaim Ali dan lulus seleksi dan bekerja di instansi pemerintahan inspektorat.
1 tahun pun berlalu. orang selalu menyayangi,dan mendukung di setiap langka Ali yang di jalan pun serta memberi effort yang penuh tiada henti pun masih berada di samping Ali sampai detik ini, Ali pun merasa iba dan tak ingin berlarut-larut dalam hubungan tak terikat oleh janji suci. Ali yang bertekad dan berniat untuk menikahi kekasihnya itu pun terwujud.
Keesokan harinya pagi itu Ali terus menatap sang istri, siapa sangka perjuangannya selama ini sudah terwujudkan semuanya ta luput, Ali Juga sering mengucapkan rasa syukur yang mendalam serta berterima kasih, senang campur bahagia rasanya yang dirasakan Ali,
Ali pun di karuniai 2 orang putra dan putri yang lucu yang membuat keluarga Ali lebih lengkap lagi.
Pada akhirnya Ali bertekad dalam hati sekuat-kuatnya dalam diri akan keluarga kecilnya serta anak-anaknya agar tidak bernasib seperti halnya dirinya, dan akan terus menjaga keutuhan keluarga yang ia bangun dari awal hingga akhirnya mencapai kebahagiaan yang abadi sampai maut memisahkan.
