Gambar 01https://www.pexels.com / PicsArt
Tumbuh dewasa
Kring.. Kring.. Kring..!!! Pagi ini Jam berbunyi begitu kencang menandakan jam menapaki pukul 7 pagi,2 tahun berlalu dari masa-masa kecilku dari penatnya lika-liku perceraian kedua orang tuaku sudah ku lewati ,dan kini aku tumbuh menjadi laki-laki remaja 9 tahun dan sudah menginjak di bangku SD kelas 3
Ali.. Bangun nak! "Sahut sang nenek sambil berteriak"sudah pagi matikan jam nya berisik. Hari ini kan hari masuk sekolah sudah lama loh libur panjang ayo bangun!
Hmm..iya nek! ini sudah bangun ko, Ali pun segera Bersiap-siap dan bergegas bangun dan berjalan menuju kamar mandi.
Setelah beberapa menit yang lalu Ali pun selesai, dan segera berangkat. Ali pun melihat ke arah jam menapaki pukul 8 ali pun tergesah-gesah,sampai-sampai hidangan yang sudah nenek persiapkan tidak sempat termakan ataupun terbekal.
Ali pun langsung bersalaman kepada sang nenek, dan berucap.
"Maaf ya nek makanan nya tidak Ali makan,Ali sudah terlambat untuk kesekolah" Dengan tergesah-gesahnya Ali pun langsung berlari.
Ali..! makan dulu nanti nak. perutmu sakit nanti aduh..
Ali pun berlari terbirit-birit dengan keadaan keringat dingin dan perasaan gelisah, karena sudah pasti jika Ali terlambat teman-temannya mengejek dan membully nya.
Sesampai di sekolah Ali pun segera memasuki ruangan kelas yang sudah pasti ibu guru pun sudah ada.
Tok tok tok…!!assalamualaikum..click pintu pun terbuka dan ali pun bersalaman,mohon maaf ya bu atas keterlambatannya kali ini, Ali janji ini terakhir kalinya.
Kamu ya!!!sudah sesering ini bukan sekedar berkali-kali lagi li kamu seperti ini, kalo kamu 1 sampai 3 kali ibu kasih kewajaran, tapi ini sudah terlewat.
Dan akhirnya Ali di hukum untuk belajar di luar kelas.
Teman temannya pun mengejek dari jendela kelas, hingga akhirnya Ali mengalami naik tumbangnya semangat belajar.
Mungkin ali terlihat dan di kenal di sekolah termasuk anak bandel karena tingkah lakunya yang sering terlambat dan sering menunda-nunda pekerjaan sekolah, itu semua karena dampak dari kurangnya perhatian serta figur orang tua di rumah.
sudah pasti akan berdampak terhadap sikap anak dan lingkungan pertemanan.
Tetapi kegigihan tidak tumbang begitu saja, Ali yang selalu terus menerus tekun, serta berusaha keras, akhir semangat belajarnya pun bangkit kembali.
Hari-hari pun terus berlalu Ali yang sudah merubah kebiasaannya dengan mandiri serta giat, akhirnya membuahkan hasil tersendiri ali pun berhasil meraih peringkat kelas di bangku kelas 4.tanpa sadar dulu ia yang sering di jelekan, di sepelekan,di kucil kan serta dibully habis-habisan.
akhirnya berhasil menemukan teman teman yang banyak.
4 tahun kemudian..
Ali tumbuh dewasa hingga sudah menginjak usia 14 tahun masuklah Ali ke sebuah sekolah SMP, berkat tampangnya yang ganteng hingga parasnya yang menarik ia mulai dikenal karena penampilannya hingga menarik perhatian siswa-siswi di sekolah.
Ali pun sering kali dijuluki sebagai primadona para perempuan sebagai aktor sekolahan nya, di setiap ia datang sekolah hingga pulang, Ali mempunyai sifat yang periang dan sering kali di hampiri hingga diserbu dirinya oleh kalangan perempuan,tak heran ia mulai dikenal di sekolahan nya sebagai super star.
Mungkin, karena ia menjadi incaran para kalangan perempuan tak heran Ali sering kali meminta pertolongan terhadap teman sebayanya yang bernama munir.
Munir sering membantu Ali dari hal apapun bahkan sampai di kala Ali di hampiri kalangan yang menyukainya munir selalu pasang badan untuk melindunginya.
Dengan kejadian hal itu yang berlangsung cukup lama. Munir pun kewalahan.
Ali mulai risih dan tidak suka atas perilaku orang-orang yang ada di sekolah karena ia selalu menjadi incaran para kalangan perempuan hingga Ali menjadi sasaran amukan yang menyukainya hingga melakukan sesuatu hal yang tak masuk akan.
Hingga suatu saat kemarahan Ali pun kian mulai memuncak Ali memberontak memarahi satu persatu orang-orang yang selalu mengganggu kenyamanan Ali.
Mereka pun kaget dan tercengang atas perilaku Ali yang berbeda saat itu. dengan serentak orang-orang yang dahulunya mengincar Ali serta terpukau seketika mulai tidak menyukai dan mulai tak di terkenal kembali.
Ssssss… hembusan angin yang begitu kencang di taman pun membuat pikiran Ali pun melayang.
Ali melamun dan berpikir.
Hmm..Apakah perilaku ku yang dahulu memarahi orang-orang yang menyukaiku itu keterlaluan sampai-sampai banyak yang membenciku.
Ali terdiam di taman cukup lama sambil ditemani hembusan angin.
Keesokan harinya, Ali pun meminta maaf atas perlakuan nya pada saat itu kepada orang-orang yang ia marahi, pada saat itu juga suasana sekolah kembali tenang.
Hari-hari terus berlalu, dan Ali sudah menginjak di penghujung akhir sekolah serta teman-teman sudah memiliki tujuan masing-masing ke jenjang berikutnya, tetapi Ali masih bingung karena terkendala perekonomian keluarga. ali pun kehilangan arah dan hilang begitu saja semua jati dirinya.
Semua rintangan hidup telah Ali lewati satu persatu, dari manis pahit nya kehidupan Ali telan bulat bulat, tetapi berkat doa dan kesabarannya serta keuletan yang ia miliki, serta ia yang pantang menyerah dalam berusaha ali pun dapat merubah kehidupannya dan masuk ke SMA ternama di daerahnya dengan sikap nya lebih baik lagi dahulu serta sadar akan jati dirinya sebenarnya.
Di usia yang ke 19 Tahun di SMA Ali pun banyak menorehkan prestasi-prestasi dari hal kegiatan akademik hingga pula non akademik sampai-sampai menoreh peringkat kelas terus menerus, dengan predikat lulusan terbaik di sekolah SMA nya.
Tetapi ada saja masalah yang menimpa dikala Ali di atas banyak nya sindiran serta makian yang Ali peroleh dan terima untuk menambah kesan runtuhnya mimpi Ali .
Tetapi dengan kejadian itu justru Ali semakin kuat dan dewasa,ali pun menghempas jauh-jauh cibiran yang ia dengar, dan terus fokus kepada masa depan yang ingin Ali capai.
Baca juga :
