Sumber gambar 01 http://www.behance.net/http://www.pxfuel.com
Mario Barwua Balotelli merupakan striker Italia yang sangat berbakat akan tetapi dia memiliki banyak skandal yang menyertai perjalanan di karir sepak bolanya.
Mario Balotelli lahir pada tanggal 12 Agustus 1990 di Palermo Italia, dengan nama asli Mario Barwuah.
Balotelli sendiri merupakan seorang anak dari pasangan imigran Ghana, ayahnya sendiri bernama Thomas Barwuah dan ibunya Rose.
Karena keluarga asli Mario Balotelli memiliki ekonomi yang kurang baik dan tidak mampu merawat Mario, maka kedua orang tuanya menyerahkan sang anak ke tempat penitipan.
Bahkan pada saat itu keluarganya menyerahkan sepenuhnya Mario karena tidak mampu membayar biaya makanan dan perawatan untuk kesehatan sang anak.
Sejak kecil Mario didiagnosa mengidap penyakit usus cukup serius, sampai akhirnya ahli bedah Palermo melakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawanya.
Sejak Mario genap umur 3 tahun dia diadopsi oleh pasangan yang memiliki darah Yahudi yaitu Prancisco Balotelli dan Silvia, dan membawa Mario ke tempat tinggal barunya di Banolo Mella, Lombardy, yang merupakan bagian dari provinsi Brescia, Italia.
Keluarga baru Mario Balotelli sangat mencintainya dan merawatnya dengan baik hubungan Mario sangat begitu dekat apalagi dengan sang ibu Silvia.
Mario yang sejak kecil memiliki pengalaman kehidupan yang panjang dan dan berliku. Meski setelah diadopsi dia belum diakui sepenuhnya oleh negara sebagai orang Italia.
Hal itu terjadi ketika pada tahun 2008 Mario yang seharusnya bisa mewakili Italia di olimpiade Beijing tapi dia masih digugat karena mempunyai hak untuk membela negara leluhurnya yaitu Ghana.
Dilansir dari keterangan pengacara keluarga Balotelli nyaitu Vittorio Rigo dia berkata bahwa " Mario harus menunggu sampai umur 18 tahun untuk menjadi bagian dari Italia".
Mario sejak kecil sangat menggemari sepak bola, ketika dia duduk di sekolah dasar Mario langsung bergabung dengan tim sepak bola, meski berbeda ia tidak terlalu menghiraukan kondisinya itu karena dalam tim tersebut Mario merupakan satu-satunya orang yang berkulit hitam.
Di umur 11 tahun Mario bergabung dengan tim Junior Lamezzane, di sana bakat Mario mulai terlihat, bahkan pada saat itu ketika dia masuk tim senior Mario dilirik oleh inter Milan yang sempat mengontraknya dengan status pemain pinjaman.
Pada tahun 2012 dia bergabung dengan timnas Italia dan untuk di gelaran Euro 2012. Penampilannya cukup bagus, bahkan pada laga semifinal Mario menjadi penentu dengan dua golnya saat Timnas Italia mengalahkan Timnas Prancis.
Ketika pertandingan selesai, Mario berlari menuju penonton kemudian memeluk Silvia, sambil menangis dia mengatakan bahwa dua gol tersebut Mario persembahkan untuk ibu kandung angkatnya itu.
Mario sendiri sering menjadi korban tindakan rasisme karena sejak kecil dia kerap mendapatkan cemoohan dikarenakan kulitnya yang hitam hal ini pun terjadi sampai dia menjadi pesepakbola profesional.
Di inter Milan sendiri Mario sebetulnya bermain sangat bagus namun dia kerap kali bersitegang dengan pelatihnya kala itu Jose Mourinho, dikarenakan Mario sangat sulit diatur dan sering melanggar peraturan yang sudah diterapkan.
Pada musim 2009/10 Mario ditawar oleh salah satu klub Inggris yaitu Manchester City karena melihat kualitasnya yang masih diakui di Eropa.
Di Manchester City sendiri dia dilatih oleh Roberto Mancini yang dulunya sempat melatih dia di Inter Milan, hal ini membuatnya tidak begitu kesulitan untuk beradaptasi dan memberikan semua kemampuannya untuk tim.
Mario sendiri kerap kali turun sebagai pemain pengganti dan perannya sangat begitu krusial apalagi pada saat Manchester City meraih gelar FA cup pada tahun 2010/12 di mana peran Mario sangat begitu penting dan membantu tim menjuarai gelaran tersebut.
Meski Mario Balotelli bermain sangat bagus akan tetapi dia sering membuat kesalahan Karena kurangnya kontrol emosi saat bertanding yang berujung dengan kartu merah.
Pada saat itu pelatihnya pun sangat kesal karena kebengalan dan keegoisan seorang Mario, sampai akhirnya dia dipinjamkan kembali ke klub Italia yaitu AC Milan.
Kembali ke Italia Mario Balotelli mampu menemukan penampilan terbaiknya kembali, dengan sukses mencetak 26 gol dari 24 pertandingan dan berperan penting untuk AC Milan dalam persaingan Liga.
Karena penampilannya itu, pada musim 2014/15 salah satu klub Inggris yaitu Liverpool tertarik dan berhasil mendatangkan Mario Balotelli.
Saat bermain di Liverpool Mario berhasil mengontrol emosinya dalam bermain akan tetapi penampilannya jauh lebih buruk daripada sebelumnya dikarenakan dia hanya mampu menciptakan satu gol dalam 16 kali penampilan.
Karena kurangnya kontribusi dari Mario Balotelli, Liverpool pun mengembalikannya kembali ke AC Milan namun di sana dia tidak berhasil memperbaiki performanya dengan hanya mencetak satu gol dari 20 kali penampilannya.
Karena performanya tersebut Mario Balotelli dilepas ke klub Prancis yaitu OGC Nice, di sana dia tampil bagus karena level permainan di Liga Prancis tidak seketat di Liga Italia ataupun Inggris.
Mario pun pindah klub lagi ke Marseille, namun di sana emosionalnya kembali meningkat dan selalu membawa sial ketika dia dipercaya untuk bermain.
Karena Mario susah diatur dan sering meluapkan emosinya di lapangan dia pun suka berpindah-pindah klub setelahnya. Bahkan sebelum Mario pindah ke klub Swiss dia berantem terlebih dahulu dengan Pelatih sebelumnya di klub Andana, Turki yaitu Vincenzo Montella.
Sampai saat ini dia masih aktif bermain di usia ke 32 dan klub terbarunya sekarang yaitu FC Sion di liga Swiss.
Mario Balotelli sendiri merupakan pemain yang dahulunya digadang-gadang dapat menjadi bintang di masa depan karena kemampuannya dalam bermain sepak bola bahkan gol-golnya pun kerap kali diciptakan dengan teknik yang luar biasa.
Namun karena kurangnya sikap yang baik dan kontrol emosional yang buruk membuat Mario Balotelli yang dijuluki sebagai "Super Mario" karirnya semakin menurun sampai saat ini.
Baca juga : Diego Armando Maradona
Referensi:
www.idntimes.con
www.liputan6.com
bola.com
starting eleven nostalgia

