BERITA OLAHRAGA, CERITA DAN LAINNYA

ANGIN YANG SOMBONG

sumber gambar 01 kincir.com

Dahulu kala, air, api, angin, dan tanah adalah sahabat yang akrab. 

Mereka menjalankan tugas mereka masing-masing untuk membantu manusia sesuai ilham dari sang pencipta.


Air dan tanah membantu manusia dalam hal bercocok tanam dan kehidupan sehari-hari. 

Api di gunakan manusia untuk memasak dan menghangatkan diri dari udara dingin. 


Kemudian angin membantu menyejukan panas di siang hari dan menggiring awan hujan ke tanah gersang. 

Para manusia sering bersyukur dalam do'a mereka, mereka berterimakasih pada tuhan telah menciptakan air, api, dan tanah yang sangat membantu bagi kehidupan mereka.


Mereka jarang menyebut angin dalam do'a mereka, karena peranan angin memang tak begitu mereka sadari karena tak berhubungan langsung dalam keseharian kebutuhan hidup mereka. 


Berbeda dengan tanah, air, dan api, yang sangat mereka butuhkan dalam kehidupan.


Ternyata hal tersebut membuat angin iri dan ingin menunjukan pada manusia akan kehebatanya pada manusia. 


Sumber gambar 02 http://www.gemasulawesi.com

Dengan angkuhnya angin menciptakan putaran topan dan tornado yang sangat besar. 

Hingga rumah-rumah penduduk porak poranda dan roboh rata dengan tanah. 


Melihat hal itu, api berusaha menengahi, dia datang untuk menghadang angin.

Akan tetapi karena angin sangat kencang dan dahsyatnya putaran angin tersebut, membuat api padam tak berbekas.


Kemudian angin semakin angkuh dengan sombongnya angin sesumbar.


"Ayo, siapa lagi yang ingin menentang ku? dari empat elemen, aku adalah yang terkuat. 

Mungkin manusia dapat membuat api, dapat menggali sumber air, dan dapat menjajah tanah dengan cangkul-cangkul mereka. 


Tapi mereka tak bisa memadamkan aku sebagaimana api, tak bisa menguapkan aku seperti air, dan tak mampu menyentuh ku ibarat tanah.

Lihatlah kekuatan ku hai manusia, dengan ini kalian ku beri pelajaran agar mengingat aku. 

Hahaha ". Kata sang angin.


Mendengar kata-kata angin yang sombong dan lantang, air mencoba untuk mengingatkan. 


"Hai sahabat ku, mengapa kau berlaku begitu? Kita di ciptakan sama-sama untuk membantu manusia. Jangan kau sombongkan kekuatan mu, karena di atas langit masih ada langit. 

Dan aku yakin, masih ada yang lebih kuat dari mu". Kata air.


Tapi mendengar hal itu, angin malah menjawab dengan ketus, kesombongan angin akan kekuatanya membuatnya lupa diri. 


Angin menjawab "Hai air, apa kau juga ingin membela manusia?

Maka kau akan bernasib sama seperti api". Kata angin kemudian menggulung air dengan pusaranya.

 

Hingga air tercecer dan hilang tersapu angin tingkah sang angin semakin menjadi jadi.

Dia memporak porandakan melalulantahkan tiap apa yang di laluinya. 


Menghancurkan, merobohkan, dan menerbangkan tiap apa yang di laluinya. 

Tentu saja hal tersebut membuat para manusia panik, dan lari ke segala penjuru mencari tempat berlindung.


"Hahaha, Rasakan kemarahan ku wahai manusia, tak akan ada lagi yang mampu melindungi kalian dari kemarahan ku. 

Jika ada yang mampu mengalahkan aku, maka aku akan berhenti, tetapi kalian boleh bermimpi, karena pada kenyataanya tak ada yang tak bisa aku terbangkan Hahaha ".  Angin yang angkuh itu tertawa menantang.


Dan ahirnya, sang tanah pun mendengar ke angkuhan sang angin. Lalu tanah pun angkat bicara. 


"Wahai angin sahabatku, sifat iri telah membuat mu berlaku bodoh. 

Maka kini aku yang akan menghadapi mu, aku akan melindungi manusia dari amukan mu, jika kau mampu, silahkan kau terbangkan aku". Kata tanah.


"Wahai para manusia, masuklah kalian ke dalam goa di bawah perut gunung-gunung ku. Maka kalian akan aman di sana". Tanah berucap lagi.


Lalu manusia pun berbondong-bondong masuk ke dalam goa-goa yang dimiliki bumi. 

Sedangkan sang angin kini membuat angin tornado yang semakin besar, dia menerjang gunung, berharap mampu menerbangkanya.


Tapi semua di luar dugaan, ternyata gunung tak bergeming, dia tetap berdiri kokoh pada tempatnya.


Angin merasa penasaran, diapun memperbesar putaran tornadonya, dia kembali menerjang gunung, dan lagi-lagi hasilnya sama.


Gunung tetap kokoh tak bergeming.

Akhirnya, angin yang sombong itu kelelahan, dan mengaku kalah pada sang tanah. Dan angin pun menghentikan amukanya, dan dia berjanji akan memperbaiki kesalahanya.



Yuk, cek postingan tulisan ini di Instagram 


CATATAN HARIAN NABIL

Hallo selamat datang di blog abiko selamat membaca menikmati dan jangan lupa bersyukur

11 Komentar

  1. Wah, bagus kak ceritanya. Jadi, bisa disimpulkan kalau keangkuhan itu tidak baik karena hanya memberikan kerugian untuk diri sendiri.

    Saran aja kak, beberapa kalimat ada yang terpisah yang seharusnya bersambung. Ada beberapa kata juga yang typo. Semangat kak!

    BalasHapus
  2. Ceritanya bagus sekali.
    Kesombongan memang tidak akan pernah jauh dari kebinasaan, ya.

    BalasHapus
  3. MasyaAllah ceritanya bagus banget kak,
    Mengajarkan anak-anak untuk tidak sombong

    BalasHapus
  4. Ide ceritanya bagus banget, Kak. Maknanya jelas, keangkuhan hanya akan membawa melapetaka. Pentingnya untuk selalu rendah hati.

    BalasHapus
  5. Sombong adalah sifatnya iblis. Jauhi sifat sombong.

    BalasHapus
  6. Idenya bagus bgt kak. Tinggal poles eyd nya aja.

    BalasHapus
  7. Ceritanya menarik, Kak. Jadi, ingat kartun kesayangan di masa kecil.

    BalasHapus
  8. Ceritanya menarik, pesannya cukup bagus untuk anak-anak agar tidak bersikap tinggi hati

    BalasHapus
  9. Bagus banget nih cerita cocok banget buat dibacain ke anak-anak

    BalasHapus
  10. Siap kak terimakasih sebelumnya 🙏

    BalasHapus
  11. Kesombongan hanya akan membawa petaka bagi dirinya sendiri dan sikap itu adalah sikap yang dibenci Tuhan

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama